Selasa, 17 September 2013

Evan Dimas sang bocah ajaib

Evan Dimas Darmono, pemain sepakbola berbakat asal Surabaya yang lahir dari pasangan Condro Darmono dan Ana.  Evan Dimas lahir dan besar di kawasan Ngemplak, Surabaya, Jawa Timur. Evan berasal dari keluarga sederhana, Ayahnya hanya seorang tenaga security di salah satu komplek perumahan elit di kawasan Surabaya Barat. Walaupun bukan dari kalangan berada namun semangat Evan Dimas sangat luar biasa terutama ketika bermain sepakbola.

Evan pertama kali tekun bermain sepakbola sejak kelas 4 SD. Ia sempat menimba ilmu di SSB Sasana Bhakti (Sakti) bersama saudara sepupunya, Feri Ariawan. Ketika usianya masih 12 tahun ia sudah bergabung dengan SSB Mitra Surabaya.

Klub pertama yang dibela oleh Evan yaitu Mitra Surabaya, salah satu klub yang berada dalam naungan kompetisi internal PSSI Surabaya. Penampilan yang bagus bersama Mitra, membuat Evan dipilih dalam skuad Surabaya untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) III Jatim 2011. Setelah tampil dengan baik di Porprov, Evan kemudian masuk dalam tim sepakbola Jatim untuk PON 2012 di Riau. Selain itu, ia juga tercatat sebagai pemain dari tim Surabaya Muda yang berlaga di kompetisi Divisi II U-21 PSSI.

Bakatnya yang luar biasa membuat Evan Dimas kemudian terpilih masuk timnas Indonesia U-17. Evan yang menjadi kapten timnas Indonesia U-17 saat itu berhasil mengantarkan timnya menjuarai HKFA International Youth Invitation Tournamen di Hongkong pada tahun 2012.

Evan juga pernah terpilih sebagai wakil Indonesia dalam ajang pencarian bakat bertajuk ‘The Chance, dan mendapat pelatihan dan arahan langsung dari eks pelatih Barcelona, Pep Guardiola di Barcelona.

Setelah itu Evan Dimas mendapat tawaran dari beberapa klub sepakbola di Indonesia. Namun Evan lebih memilih Persebaya 1927.  Sayangnya Sampai saat ini, dia belum bisa memperkuat Persebaya 1927 karena statusnya belum profesional. Evan Dimas sebenarnya sudah didaftarkan sebagai pemain profesional oleh Persebaya 1927 semenjak awal musim kemarin. Namun, hingga kini status Evan Dimas belum juga disahkan oleh LPIS dan PSSI.

Tahun 2013, Evan Dimas kemudian masuk menjadi pemain Timnas Indonesia U-19. Ia adalah kapten Timnas Indonesia U-19 yang menjadi kreator serangan di timnya. Bahkan ia berhasil melakukan hattrick menjebol gawang Thailand dan membuat timnas U-19 menang atas Thailand 3-1 pada Piala AFF U-19 .

Evan Dimas  sangat pantas mendapat julukan sebagai bocah ajaib karena pada usia yang masih muda, dia memperlihatkan suatu skill yang sangat ideal. Dia juga punya kepercayaan diri yang tinggi. Dia selalu berpikir untuk bermain bagus dan berusaha untuk melakukan yang terbaik. Evan pemain bertalenta yang beroperasi di lapangan tengah dan mampu menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan. Aksi-aksi individualnya menawan dengan umpan-umpan terukur serta visi bermain yang cukup matang membuat Evan Dimas menjadi nyawa di skuat Garuda Muda.

Walaupun posturnya mungil, Evan Dimas yang berperan sebagai gelandang memiliki daya jelajah yang sangat tinggi. Tak hanya itu, kaki kiri dan kanannya juga hidup. Evan juga dikenal sebagai gelandang yang memiliki tenaga ekstra. Evan Dimas ternyata memiliki stamina yang cukup prima. Hasil tes VO2 Max yang dicapainya tertinggi di antara rekan-rekannya di Timnas U-19. Evan Dimas bisa menjadi pemain masa depan Indonesia yang diharapkan kelak membawa prestasi bagi timnas Indonesia ke depannya.

Profil Pemain :
Nama: Evan Dimas Darmono
Tempat dan tanggal Lahir: Surabaya, 13 Maret 1995
Tinggi Badan: 163 cm
Posisi: Gelandang
Ayah : Condro Darmono
Ibu : Ana

Karier Sepakbola :
2007 SSB Mitra Surabaya
2011 Skuad Surabaya untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) III Jatim 2011
2012 Tim sepakbola Jatim di PON 2012 Riau
2012 Surabaya Muda
2012 Timnas U-17 Indonesia
2012 Persebaya 1927
2013 Timnas U-19 Indonesia

Comments :

0 komentar to “Evan Dimas sang bocah ajaib”

 

Copyright © 2009 by Info Sepakbola, Musician Blog Design, People.com Inspiration Powered By Blogger, The Blog Full of Games